Bisnis Arang Kayu yang Menggiurkan

wibiyanto 18 Februari 2017 20:11:10 WIB

Karangmojo (TimSID)- Mata pedih dan berair serta bermandikan keringat tak menyurutkan semangat Yanto (47) pria beranak 2 dari Dusun Karangmojo 1 Desa Karangmojo Kecamatan Karangmojo Gunungkidul ini untuk terus membakar kayu hingga jadi arang. “Tak setiap hari membuat apinya, karena hanya ada 2 petak pembakaran dan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan arang sempurna butuh waktu beberapa hari.

Meski harganya terbilang murah dan pada akhirnya hanya akan terbakar di kompor atau tungku pembakaran, ternyata memang tak mudah untuk membuat arang yang mampu menghasilkan api secara sempurna. Paling tidak, dibutuhkan waktu hampir satu minggu untuk membuat arang berkualitas bagus dari puluhan onggok kayu kering.

Untuk memulai pekerjaannya, Yanto pertama kali harus menata kayu berbagai ukuran hingga ketinggian sekitar 1,5 meter dalam masing-masing petak dengan rongga di bawahnya. Tumpukan jerami kering dan tanah  liat kemudian juga disusun di atas tumpukan kayu tersebut. Hal ini menurut Yanto supaya api bisa membakar kayu-kayu itu secara sempurna dan merata.

Dirinya terus menjaga api tetap menyala setiap harinya agar proses pembakaran kayu berlangsung sempurna. Ketika kayu dirasa sudah terbakar secara sempurna, api yang masih menyala kemudian dipadamkan dengan air dan tanah. Arang yang sudah jadi itu kemudian didiamkan selama beberapa hari sebelum dibongkar untuk dijual.

Dalam satu petak pembakaran, bisa dihasilkan sekitar 50 karung arang yang siap dipasarkan. Tiap karung arang dibanderolnya dengan harga Rp 50.000 dan Rp 70.000 tergantung jenis karung yang dipakainya. Menurut Yanto, permintaan arang dari konsumen bisa mencapai ratusan karung. Kebanyakan pemesannya berasal dari rumah-rumah makan di wilayah Gunungkidul. Menurut penuturannya saat ini dalam satu minggu baru bisa berproduksi sebanyak 50 karung.

Bau sangit, peluh, dan noda hitam itu seolah sudah menjadi “identitas resmi” Yanto da keluarga selama ini. Namun, dari situ juga keluarga Yanto bisa bertahan hidup. Meski terkesan sepele, benda hitam dan kasar itu telah menghasilkan lembar-lembar rupiah bagi Yanto dan Keluarga.

Bagi yang membutuhkan/ pesan dapat menghubungi No WA 083867207638 atau BBM D7269F07.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Dian
    Numpang iklan .... Jual sereh merah, Lokasi Jaranm...baca selengkapnya
    31 Juli 2025 10:07:55 WIB
  • Fitri
    Makasih info sejarahnya. Saya penasaran saat liat ...baca selengkapnya
    22 Juni 2025 02:19:59 WIB
  • Yoky santoso
    Bisakah saya tau lokasinya... Saya ingin / butuh D...baca selengkapnya
    06 Maret 2025 23:23:42 WIB
  • Evi
    Sangat bermanfaat sekali,ternyata tanamannya msh t...baca selengkapnya
    07 Februari 2025 19:30:30 WIB
  • fulan
    HOAX seperti yang sudah dijelaskan pada website re...baca selengkapnya
    16 Juli 2024 16:33:34 WIB
  • Gunawan
    Mantap semoga desa karang mojo makin maju dan gugu...baca selengkapnya
    21 Maret 2024 07:46:32 WIB
  • salam
    Informasinya bermanfaat dan menambah wawasan terka...baca selengkapnya
    11 Juli 2023 11:07:04 WIB
  • Edi P
    Terimakasih bapak Lurah atas Apresiasinya...baca selengkapnya
    01 Juni 2023 12:36:31 WIB
  • Gunanto
    Allhamdulillah semoga semua berjalan lancar.....baca selengkapnya
    12 September 2021 23:42:29 WIB
  • sugi
    SDGs niku menopo mas...baca selengkapnya
    09 September 2021 10:23:09 WIB
Galeri Foto
Aduan Masyarakat
Keluhan Warga
Silahkan sampaikan keluh kesah anda dengan mengisi formulir secara lengkap
Obrolan Warga Karangmojo
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial