Meninggalkan Warisan Terbaik

wibiyanto 12 Mei 2017 06:37:26 WIB

Jejak kebaikan itu akan menjadi warisan abadi, tak terputus, bahkan hingga alam kubur sekalipun. Setiap kita tentu menginginkannya, hanya saja lebih banyak yang sekadar ingin, tanpa mengupayakannya dengan sungguh-sungguh, bahkan mengabaikannya, atau merasa perlu menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya. Padahal, tak perlu waktu khusus, saat kaya raya, atau bilamana telah berpendidikan tinggi. 

Ada tiga warisan terbaik yang setiap orang pun akan mampu melaksanakannya dengan mudah; sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang terus mendoakan orang tuanya. Begitulah pesan dari Rasulullah SAW, "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang terus mendoakan kedua orang tuanya," (HR at-Tirmidzi). 

Senyum saja sudah sedekah. Artinya, bersikap ramah dan membuat orang yang bersama kita nyaman adalah kebaikan abadi. Senyum hakikatnya ekspresi jiwa nyata, cermin diri yang tulus dan penuh syukur atas kehidupan yang dijalani. Tidak perlu menunggu kaya harta untuk bersedekah, bukan? Tentu saja, alangkah baiknya semakin banyak harta benda yang disedekahkan, diwakafkan, ambil secukupnya, tinggalkan sepantasnya.

Ilmu pengetahuan itu bertingkat, setiap orang memilikinya dari yang sederhana hingga yang paling rumit. Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia hanya setitik saja jika dibandingkan luasnya samudra ilmu Allah SWT. Jika pun hanya bisa membaca, ajarkanlah dengan senang hati kepada yang belum bisa. Bila pun hanya bisa al-Fatihah, ajarkanlah kepada mereka yang belum benar cara membacanya, dan seterusnya. 

Tak ada alasan untuk tidak berbagi ilmu, jangan juga menunggu berstatus sebagai guru. Ketika setiap manusia mau belajar, mengajar, dan mengembangkannya, maka sesungguhnya pilar peradaban tengah ditegakkan. 

Anak saleh lahir dari pendidikan dengan kurikulum keluarga saleh. Artinya, pendidikan menjadi hal yang utama dalam kehidupan sebuah keluarga dan masyarakat. Anak saleh adalah sumber daya insani terbaik. Mereka bukan hanya bermanfaat bagi kedua orang tuanya, tapi anak bagi semua orang tua yang memperoleh manfaat kebaikan darinya.

Tiga warisan itu hakikatnya memberikan kita hikmah, antara lain, pertama, bahwa hidup ini harus seimbang, jangan berlebih-lebihan. Kehidupan dunia harus dipenuhi dalam rangka menyiapkan bekal di akhirat nanti, pun sebaliknya. Tak ada yang boleh diabaikan salah satunya, sama pentingnya, sama bernilainya. Alquran surah al-Baqarah ayat 200 mengilustrasikannya dengan doa, "Wahai Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkan kami dari azab neraka."

Kedua, bangunlah kebudayaan dan wariskan peradaban terbaik bagi kemanusiaan. Ilmu bermanfaat, wakaf, dan anak saleh adalah warisan terbaik bagi kemanusiaan. Dalam makna yang lebih luas, ilmu bermanfaat itu artinya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan sebagai penopang peradaban manusia. Kemanfaatannya tak lagi dibatasi agama, tetapi menyentuh seluruh kebutuhan umat manusia. 

Berbagai amal usaha yang terus tumbuh berkembang dan meluas karena gairah bersedekah dan berwakaf. Pesantren, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai bentuk nyata kebaikan terus bertumbuh, aksi filantropi yang memuliakan. 

Ketiga, siapkan manusianya, manusia bermanfaat bagi sesama. Kepemimpinan, akhlak, aksi kemanusiaan, penguasaan ekonomi dan bisnis, dan pengembangan ilmu pengetahuannya. Sebuah isyarat bagi kita bahwa rumah adalah tempat utama, awal dari peradaban, sekolah pertama manusia dan tempat dibentuknya sumber daya insani (human capital). 

Begitu mendalamnya kandungan makna dari hadis di atas, bahwa Rasulullah SAW mendorong setiap kita sebagai individu dan keluarga menyiapkan warisan terbaik untuk peradaban dengan ilmu pengetahuan, sedekah, dan sumber daya insani. Betapa untuk kebaikan di akhirat nanti, kita harus memberikan yang terbaik di dunia ini. (Iu Rosliana)

sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/05/05/oph056313-warisan-terbaik#

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Dian
    Numpang iklan .... Jual sereh merah, Lokasi Jaranm...baca selengkapnya
    31 Juli 2025 10:07:55 WIB
  • Fitri
    Makasih info sejarahnya. Saya penasaran saat liat ...baca selengkapnya
    22 Juni 2025 02:19:59 WIB
  • Yoky santoso
    Bisakah saya tau lokasinya... Saya ingin / butuh D...baca selengkapnya
    06 Maret 2025 23:23:42 WIB
  • Evi
    Sangat bermanfaat sekali,ternyata tanamannya msh t...baca selengkapnya
    07 Februari 2025 19:30:30 WIB
  • fulan
    HOAX seperti yang sudah dijelaskan pada website re...baca selengkapnya
    16 Juli 2024 16:33:34 WIB
  • Gunawan
    Mantap semoga desa karang mojo makin maju dan gugu...baca selengkapnya
    21 Maret 2024 07:46:32 WIB
  • salam
    Informasinya bermanfaat dan menambah wawasan terka...baca selengkapnya
    11 Juli 2023 11:07:04 WIB
  • Edi P
    Terimakasih bapak Lurah atas Apresiasinya...baca selengkapnya
    01 Juni 2023 12:36:31 WIB
  • Gunanto
    Allhamdulillah semoga semua berjalan lancar.....baca selengkapnya
    12 September 2021 23:42:29 WIB
  • sugi
    SDGs niku menopo mas...baca selengkapnya
    09 September 2021 10:23:09 WIB
Galeri Foto
Aduan Masyarakat
Keluhan Warga
Silahkan sampaikan keluh kesah anda dengan mengisi formulir secara lengkap
Obrolan Warga Karangmojo
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial