Generasi Di Perantauan
22 September 2017 08:35:56 WIB
Rasulullah SAW bersabda, "Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan." (HR Bukhari). Hadis ini menjadi nasihat bagi orang beriman, bagaimana seharusnya menempatkan diri dalam kehidupan di dunia. Orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara; tidak terikat hatinya pada tempat persinggahan serta terus merindukan kembali ke kampung halaman.
Demikianlah sejatinya keadaan seorang mukmin di dunia ini. Hatinya selalu terikat dan rindu kembali ke kampung halaman yang sebenarnya, yaitu surga di akhirat kelak. Tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam AS dan istrinya, Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.
Dalam sebuah nasihat tertulis yang disampaikan oleh Imam Hasan al-Bashri RA kepada Imam Umar bin Abdul Aziz RA, beliau berkata, "Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal yang sebenarnya, dan hanyalah Adam AS diturunkan ke dunia untuk menerima hukuman akibat perbuatan dosanya..." (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab Ighâtsatul Lahfân).
Dalam mengungkapkan makna tentang hal ini, Ibnu Qayyim RA berkata dalam syairnya, "Marilah (kita menuju) surga 'adn (tempat menetap) karena sesungguhnya itulah tempat tinggal kita yang pertama, yang di dalamnya terdapat kemah (yang indah). Akan tetapi kita (sekarang dalam) tawanan musuh (setan), maka apakah kamu melihat Kita akan (bisa) kembali ke kampung halaman kita dengan selamat?" (Miftâhu Dâris Sa'âdah).
Menjadi generasi asing sebagai sebuah pilihan dalam menyikapi hidup di dunia ini akan mampu menjadikan seorang mukmin tidak panjang angan-angan dan terlalu muluk dalam menjalani kehidupan dunia. Imam Ibnu Rajab mengatakan, "Barang siapa yang hidup di dunia seperti orang asing maka dia tidak punya keinginan kecuali mempersiapkan bekal yang bermanfaat baginya ketika kembali ke akhirat. Dia tidak berambisi dan berlomba bersama orang-orang yang mengejar kemewahan dunia karena keadaannya seperti perantau, yaitu tidak merasa risau dengan kemiskinan dan rendahnya kedudukannya."
Makna inilah yang diisyaratkan 'Abdullâh bin Umar RA, "Jika kamu berada di waktu sore maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi; dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menunggu datangnya waktu sore. Gunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan masa hidupmu sebelum kematian menjemputmu." (HR Bukhari).
Bahkan inilah makna zuhud di dunia yang sesungguhnya. Sebagaimana ucapan Imam Ahmad bin Hambal RA, "Maknanya adalah tidak panjang anganangan, yaitu seseorang yang ketika berada di waktu pagi dia berkata: 'Aku khawatir tidak akan bisa mencapai waktu sore lagi.”
Dunia adalah tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. Barang siapa mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah Azza wa Jalla dia akan sampai ke tujuan dengan selamat. Dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan. Wallahu a'lam. Oleh: Uhah Maftuhah
Sumber://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/09/20/owkl2k313-menjadi-generasi-asing
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
- KEGIATAN SOSIALISASI PENYAKIT HEWAN MENULAR 04 MEI 2026 DI KALURAHAN KARANGMOJO
- APEL PAGI HARI SENIN 04 MEI 2026 DI KALURAHAN KARANGMOJO
- KELAS IBU HAMIL DARI PUSKESMAS KARANGMOJO 1
- Pelatihan Deteksi Dini Faktor Resiko PTM Pencatatan dan Pelaporan
- PENYALURAN BERAS CCP
- RAKOR KADER KB BULAN APRIL
Komentar Terkini
-
Dian
Numpang iklan .... Jual sereh merah, Lokasi Jaranm...baca selengkapnya
31 Juli 2025 10:07:55 WIB -
Fitri
Makasih info sejarahnya. Saya penasaran saat liat ...baca selengkapnya
22 Juni 2025 02:19:59 WIB -
Yoky santoso
Bisakah saya tau lokasinya... Saya ingin / butuh D...baca selengkapnya
06 Maret 2025 23:23:42 WIB -
Evi
Sangat bermanfaat sekali,ternyata tanamannya msh t...baca selengkapnya
07 Februari 2025 19:30:30 WIB -
fulan
HOAX seperti yang sudah dijelaskan pada website re...baca selengkapnya
16 Juli 2024 16:33:34 WIB -
Gunawan
Mantap semoga desa karang mojo makin maju dan gugu...baca selengkapnya
21 Maret 2024 07:46:32 WIB -
salam
Informasinya bermanfaat dan menambah wawasan terka...baca selengkapnya
11 Juli 2023 11:07:04 WIB -
Edi P
Terimakasih bapak Lurah atas Apresiasinya...baca selengkapnya
01 Juni 2023 12:36:31 WIB -
Gunanto
Allhamdulillah semoga semua berjalan lancar.....baca selengkapnya
12 September 2021 23:42:29 WIB -
sugi
SDGs niku menopo mas...baca selengkapnya
09 September 2021 10:23:09 WIB
Obrolan Warga Karangmojo
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |









