Njagong Vs Rasa Pekewuh

wibiyanto 16 September 2016 15:20:35 WIB

TimSIDKrmj-Njagong manten, sebutan untuk sebuah tradisi yang kerap dilakukan malam sebelum prosesi akad nikah pada esok harinya, berupa kumpul-kumpul dengan teman, sanak saudara dan tetangga dengan suguhan makanan khas kue lapis, wajik, lemper dan Teh panas. Banyak cerita lucu-lucu, suasana keakraban sampai hal-hal serius semisal masalah pilkada dan pil-pil lainnya dibicarakan orang-orang disana.

Biasanya masyarakat jawa menyelenggarakan hajatan (ewoh: jawa) baik supitan/khitan, mantu/menikahkan putra/i nya pada bulan Besar (Dzulhijah) seperti saat ini. Sehingga tidak sedikit masyarangkat pada musim hajatan dibanjiri undangan yang bertubi-tubi, bahkan ada yang mendapat undangan pada satu bulan hingga 15-20 undangan (ulem: jawa).

Sebagian besar orang jawa masih banyak berpegang pada budaya Pekewuh/ Pakewuh atau dalam bahasa indonesia bisa diartikan "perasaan tidak enak" atau cenderung condong ke sedikit rasa malu pada sesuatu (orang). Pada dasarnya setiap orang yang mendapat undangan (ulem; bahasa jawa) secara umum memawajibkan dirinya untuk memenuhi undangan tersebut. Nah disinilah pokok bahasannya, karena kalau jagong itu kita harus Nyumbang (sejumlah uang yang dimasukan dalam amplop yang diperuntukan siempunya hajat) dan rata-rata didaerah tiap amplop sekitar 30 rb-50 rb untuk masyarakat biasa.

Untuk mereka yang berkecukupan mungkin tidak masalah, mereka bisa saja menghadiri undangan dan nyumbang. Tapi untuk orang yang kurang mampu mungkin menjadi semacam beban yang wajib mereka lakukan karena kalau tidak datang/nyumbang merasa pekewuh. Inilah satu hal unik yang dirasakan, walaupun untuk biaya sehari-hari saja mepet bahkan mungkin kurang tapi mereka berusaha untuk bisa jagong/nyumbang. Entah apapun caranya, ada yang hutang atau menjual barang-barang mereka untuk jagong/nyumbang. Rasa pekewuhlah yang membuat mereka harus jagong/nyumbang bahkan ada yang jagong/nyumbang berkali-kali pada satu orang yang sama.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Dian
    Numpang iklan .... Jual sereh merah, Lokasi Jaranm...baca selengkapnya
    31 Juli 2025 10:07:55 WIB
  • Fitri
    Makasih info sejarahnya. Saya penasaran saat liat ...baca selengkapnya
    22 Juni 2025 02:19:59 WIB
  • Yoky santoso
    Bisakah saya tau lokasinya... Saya ingin / butuh D...baca selengkapnya
    06 Maret 2025 23:23:42 WIB
  • Evi
    Sangat bermanfaat sekali,ternyata tanamannya msh t...baca selengkapnya
    07 Februari 2025 19:30:30 WIB
  • fulan
    HOAX seperti yang sudah dijelaskan pada website re...baca selengkapnya
    16 Juli 2024 16:33:34 WIB
  • Gunawan
    Mantap semoga desa karang mojo makin maju dan gugu...baca selengkapnya
    21 Maret 2024 07:46:32 WIB
  • salam
    Informasinya bermanfaat dan menambah wawasan terka...baca selengkapnya
    11 Juli 2023 11:07:04 WIB
  • Edi P
    Terimakasih bapak Lurah atas Apresiasinya...baca selengkapnya
    01 Juni 2023 12:36:31 WIB
  • Gunanto
    Allhamdulillah semoga semua berjalan lancar.....baca selengkapnya
    12 September 2021 23:42:29 WIB
  • sugi
    SDGs niku menopo mas...baca selengkapnya
    09 September 2021 10:23:09 WIB
Galeri Foto
Aduan Masyarakat
Keluhan Warga
Silahkan sampaikan keluh kesah anda dengan mengisi formulir secara lengkap
Obrolan Warga Karangmojo
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial