Melawan Sampah

06 April 2018 06:30:39 WIB

Sejak dahulu, sampah sudah menjadi masalah utama. Menjadi musuh lingkungan dan musuh manusia. Sampah sulit diatasi, setara dengan masalah-masalah lain yang juga sulit diatasi. Upaya melawan sampah, selalu terbentur banyak hal. Ketiadaan sistem yang memadai, keterbatasan lahan pembuangan, serta biaya angkut yang mahal. Belum lagi soal mengolahnya dengan cara mengubah sampah menjadi hal-hal bermanfaat dalam jumlah besar.

Pada Abad Pertengahan, zaman Dinasti Abbasiyah (754-1258), kota metropolitan Baghdad, terutama sejak masa Sultan Harun ar-Rasyid (766-809), pernah dilanda sampah. Di balik gemerlap cahaya "seribu satu malam", sampah terus menggunung. Keharuman aroma parfum berseliweran dengan busuk sengak uap sampah.

Sultan al-Ma'mun (833-842) berhasil melawan sampah. Berkat bimbingan Bisyr bin Harisy (767-841), ulama pendiri gerakan "bersih diri" (tazkiyatun nafs), yang terbatas di lingkungan komunitas santri-santrinya, kemudian dijadikan program nasional di seluruh wilayah kekuasaan Abbasiyah.

Garapan pokoknya adalah membersihkan hati dari segala sifat rendah dan hina, seperti iri, dengki, khianat, dan sejenisya (attakhalli minarrajail), menghias hati dengan segala keutamaan terpuji (attajjali bil fadail) seperti baik sangka, tulus ikhlas, dan lain-lain. Serta memurnikan hati dari apa saja selain Allah (attabbari amma siwalah), yaitu menegakkan sebenar-benarnya tauhid.

Hanya dalam waktu singkat, al-Ma'mun beserta aparatnya, dari tingkat elite hingga tingkat alit, menjalani pola "hidup bersih", sesuai petunjuk Bisyir, sampah mulai berkurang. Baghdad dan kota-kota lain berangsur-angsur bersih. Bebas sampah.

Model seperti itu, seharusnya mampu diterapkan se ka rang. Sesuai dengan tujuan hidup bersih seluruh anak bangsa. Dimulai dari makan, minum, berpakaian, mencari dan menggunakan harta dengan cara bersih, ikhlas, jujur. Menghindari segala hal yang serba "sampah" di segala bidang kehidupan. Yang mengandung unsur tipu-menipu, patgulipat, kongkalikong, hoaks, dan seterusnya yang didasari ambisi dan keangkuhan dapat merusak tatanan kehidupan yang dicita-citakan baik serta bagus.

"Kotoran hanya suka mendekat kepada yang kotor. Termasuk diri kita. Jika kita bersih, yang kotor-kotor, termasuk sampah, akan menjauh," demikian kata Bisyir Harist, seorang sahabat dekat Imam Ahmad bin Hambal, pendiri mazhab fikih Hambali yang termasyhur itu. Oleh: Usep Romli HM.

Sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/03/21/p5xjm6313-melawan-sampah

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Dian
    Numpang iklan .... Jual sereh merah, Lokasi Jaranm...baca selengkapnya
    31 Juli 2025 10:07:55 WIB
  • Fitri
    Makasih info sejarahnya. Saya penasaran saat liat ...baca selengkapnya
    22 Juni 2025 02:19:59 WIB
  • Yoky santoso
    Bisakah saya tau lokasinya... Saya ingin / butuh D...baca selengkapnya
    06 Maret 2025 23:23:42 WIB
  • Evi
    Sangat bermanfaat sekali,ternyata tanamannya msh t...baca selengkapnya
    07 Februari 2025 19:30:30 WIB
  • fulan
    HOAX seperti yang sudah dijelaskan pada website re...baca selengkapnya
    16 Juli 2024 16:33:34 WIB
  • Gunawan
    Mantap semoga desa karang mojo makin maju dan gugu...baca selengkapnya
    21 Maret 2024 07:46:32 WIB
  • salam
    Informasinya bermanfaat dan menambah wawasan terka...baca selengkapnya
    11 Juli 2023 11:07:04 WIB
  • Edi P
    Terimakasih bapak Lurah atas Apresiasinya...baca selengkapnya
    01 Juni 2023 12:36:31 WIB
  • Gunanto
    Allhamdulillah semoga semua berjalan lancar.....baca selengkapnya
    12 September 2021 23:42:29 WIB
  • sugi
    SDGs niku menopo mas...baca selengkapnya
    09 September 2021 10:23:09 WIB
Galeri Foto
Aduan Masyarakat
Keluhan Warga
Silahkan sampaikan keluh kesah anda dengan mengisi formulir secara lengkap
Obrolan Warga Karangmojo
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial